6 Cara Mudah Belajar Desain Web dengan Otodidak

Deretan kata disusun satu per satu, dituangkan dalam selembar kertas untuk disebarkan. Lalu mesin cetak muncul, meringankan manusia untuk menyebarluaskan berita. Ratusan tahun kemudian, peradaban manusia semakin maju, melahirkan teknologi digital. Persis seperempat abad silam, situs web pertama muncul bagai oase yang kini menjadi samudera.

Tanpa harus diuraikan maknanya, Anda tentu sudah paham dengan apa yang dimaksud dengan situs web. Dalam keseharian pun, Anda juga membutuhkan bantuan produk digitalisasi ini untuk menemukan berbagai informasi. Mulai dari yang remeh dan konyol hingga jejak rahasia, beragam cerita dan berita bisa Anda temukan dengan mudah.

Terbuka untuk Siapa Saja

Orang pun tak hanya ingin menjadi konsumen. Mulai dari lembaga besar berskala internasional hingga perseorangan dari rumah, masing-masing berlomba untuk terlibat aktif dalam penyampaian informasi. Tujuannya pun beragam. Desain web dibuat semenarik mungkin untuk memberikan informasi edukatif, media pemasaran, hiburan menyenangkan, dan lain-lain.

Orang pun tidak akan terlalu menaruh atensi pada sosok di belakang layar. Selama situs yang dibuat menyampaikan hal-hal yang akurat, bermanfaat, dan menyenangkan, pengunjung tidak akan mengambil pusing. Mereka tidak akan mempertanyakan sekalipun si pembuat web rupanya seorang bocah berusia belasan tahun.

Belajar Mendesain Web

Membuat desain web bisa dilakukan oleh siapa pun. Karena itu, bila Anda tidak memiliki latar pendidikan di dunia IT atau desain, tidak jadi masalah. Selama kesungguhan hati dan konsistensi terjaga, belajar secara otodidak juga cukup.

Modal yang harus Anda keluarkan juga tidak banyak. Anda hanya perlu berbekal komputer, internet, waktu, dan kemauan yang kuat. Dengan mengikuti lima cara berikut ini, membuat desain web yang apik bukan lagi hal yang mustahil.

Mulai dari yang dasar dan minimalis

Seperti mempelajari apa pun dalam hidup, mulailah dari hal-hal yang paling dasar dan sederhana. Anda tidak perlu terburu menargetkan dapat menciptakan sebuah desain yang kompleks dalam waktu singkat. Dengan belajar dari yang sederhana, Anda juga akan semakin mudah menemukan dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang muncul.

Belajar HTML

Setiap perancang web tentu mengawali perjalanannya dari HTML. HTML (Hyper Text Markup Language) adalah bahasa standar pemrograman untuk membuat suatu laman web. Kode-kode HTML akan memerintah  web browser untuk menampilkan laman web sesuai program yang dibuat.

Belajar CSS

Nah, berdampingan dengan HTML, Anda juga perlu mempelajari CSS. CSS (Case Cading Stylesheet) adalah serangkaian kode pemrograman yang dikhususkan untuk mendesain web sehingga memiliki tampilan yang menarik. Dengan kata lain, Anda bisa menata estetika web melalui CSS.

Mulailah dari mempelajari tipografi CSS. Sebagaimana umumnya cakupan desain grafis, membuat web pun juga perlu memperhatikan styling tulisan yang akan diterapkan. Setelah itu, kembangkan kemampuan Anda dengan tata letak, background, dan lain-lain.

Ikuti Standar yang Matang dan Baku

Tidak perlu bergegas ingin menghiasi web dengan aneka pernak-pernik yang berfungsi sebagai garnish. Pada tahap awal, fokuskan tujuan Anda dengan mengikuti struktur baku yang sudah ditetapkan.

Seperti contoh, pengunjung situs lebih terbiasa dengan sidebar yang diletakkan pada sisi kanan, sementara sisi kiri lebih umum diisi oleh isi (informasi utama)—hasil studi usabilitas. Ikuti aturan-aturan seperti ini untuk mempermudah diri Anda sendiri khususnya. Bagaimana pun, Anda tentu ingin menyampaikan informasi kepada orang lain, bukan? Maka dari itu, sebelum terjun ke lapangan, ketahui lebih dulu karakter target dan buat user interface yang mempermudah mereka untuk menerima informasi dari Anda.

Kuasai Aplikasi Desain

Untuk berkarya di dunia digital, Anda juga harus mempersiapkan diri dengan peralatan tempur yang mumpuni pula. Kini, menemukan aplikasi untuk desain web baik untuk amatir maupun profesional semudah mencari tiket penerbangan secara online.

Ada banyak aplikasi untuk membuat desain situs web yang bisa Anda pilih sesuai kenyamanan. Sebut saja Photoshop, Proto Mockup, Wix, dan lain-lain. Tak hanya sekadar bisa menggunakannya, Anda juga perlu untuk benar-benar menguasai setidaknya satu jenis aplikasi.

Coba Meniru Website yang Sudah Ada

Cara awal terbaik untuk berinovasi adalah dengan meniru. Seperti pada fotografi misalnya Anda bisa coba mengambil sebuah potret yang sempurna secara keseluruhan, lalu melakukan kreasi ulang yang mencotohnya. Mulai dari sudut pengambilan gambar, pencahayaan, hingga tone yang digunakan, buat hinggas semirip mungkin, lalu bandingkan hasilnya.

Merancang web pun tak jauh berbeda. Ambil sebuah web sebagai acuan, lalu coba membuat desain seperti web tersebut. Bila sudah selesai, berkreasilah dengan mengubah pada beberapa bagian. Lalu bertahap, buatlah sesuai dengan hasil imajinasi sendiri.

Perhatikan Tren Desain Saat Ini

Bukan hanya fashion saja yang memiliki tren fluktuatif. Seperti pada poin sebelumnya, Anda tentu ingin memberi kenyamanan pada pengunjung untuk menikmati hal-hal yang disuguhkan lewat jendela digital. Karena itu, mempelajari tren saat ini akan membantu Anda mendapatkan inspirasi dan terus belajar.

Seperti contoh, tren saat ini lebih kepada tone yang lembut. Selain itu, sebuah web juga dilengkapi dengan berbagai widget dan fitur pendukung seperti interaksi micro-mini, desain yang lebih mobile user-friendly, multimedia pendukung, dan lain-lain.

Jangan Berhenti Belajar

Bahkan para pengembang profesional pun masih terus belajar setiap harinya. Industri kreatif yang semakin terbuka lebar membuat ide-ide baru terus bermunculan, menjadi inspirasi bagi pengembang lainnya.

Anda juga bisa bergabung pada forum-forum khusus belajar desain web. Dengan anggota lainnya, Anda dapat bertukar ilmu dan pendapat tentang kemajuan yang dicapai.

Nah, itulah enam cara mudah belajar desain web secara otodidak. Dengan kemudahan mencari informasi di jaringan internet tanpa batas, belajar menjadi semakin gampang, murah, dan efisien. Selamat mencoba!

Previous

4 Tips Desain Brosur Agar Tidak Berakhir Sia-Sia di Tempat Sampah

September 20, 2017
Next

4 Hal Penting Saat Memilih Jasa Desain Logo

September 20, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *