Menjalankan Proses Kreatif dalam Desain Grafis Adalah Langkah Awal Menyukseskan Bisnis

Desain grafis adalah sebutan lain untuk cabang ilmu desain komunikasi visual. Dilihat dari perannya, pemahaman terhadap desain grafis akan menghasilkan pengetahuan tentang berbagai macam sentuhan visual. Mulai dari garis, warna, sampai ilustrasi.

Definisi lain juga menyebutkan bahwa desain grafis merupakan proses mengombinasikan tipografi, ilustrasi, fotografi, dan cetak untuk tujuan persuasif, informatif, atau perintah. Sesuai ragam tujuan ini, desain grafis juga sering kali dikategorikan sebagai commercial art.

Meningkatnya permintaan terhadap layanan desain grafis terjadi bersamaan dengan semakin cepatnya pergerakan bisnis. Apalagi di era digital seperti ini, eksposur sebuah bisnis atau produk berjalan sangat dinamis. Dengan demikian kemampuan persuasif yang dimiliki desainer grafis bisa menentukan kesuksesan suatu kampanye pemasaran.

Secara singkat, keterampilan desainer grafis sangat bergantung pada dua hal. Pertama pemahaman mendalamnya untuk menyelesaikan proses kreatif suatu desain. Kedua kemampuan menyampaikan ide kreatif tersebut kepada klien dan target market.

Unsur-Unsur Penting dalam Desain Grafis

Kemampuan menyelesaikan proses kreatif dan memastikan penyampaian ide sesungguhnya merupakan keterampilan tingkat lanjut. Pada tahap awal, terdapat pemahaman mendasar yang harus Anda kenali. Terutama bagi Anda yang baru menggeluti bidang desain grafis.

Kita bisa memulainya dengan mengenali unsur-unsur penting dalam desain grafis, antara lain:

Garis (Line)

Garis merupakan jejak goresan pensil, pena, atau mouse. Dikenal sebagai elemen satu dimensi yang hanya memiliki panjang dan ketebalan, garis memiliki wujud yang bervariasi. Ada yang kaku dan formal (garis lurus), lembut dan luwes (garis lengkung), keras dan dinamis (garis zig-zag), fleksibel dan nonformal (garis tidak beraturan), serta ada juga yang mengesankan aktif dan dinamis (garis diagonal). Perubahan tekanan tertentu saat membuat garis akan menghasilkan stimulus dan eksekusi desain yang berbeda.

Bidang (Shape)

Segala bentuk yang memiliki dimensi lebar dan tinggi bisa disebut sebagai bidang (shape). Bentuknya bisa lingkaran, segitiga, atau setengah lingkaran (geometris) yang menampilkan kesan formal. Bisa juga berbentuk tidak beraturan sehingga menampilkan kesan dinamis dan nonformal. Bidang kosong (blank space) dan bidang yang mengelilingi sebuah gambar juga bisa dipahami sebagai bidang. Bidang inilah yang akan memperkuat kenyamanan sekaligus memberi tekanan bagi objek visual dalam desain.

Warna (Color)

Elemen visual yang paling mudah menarik perhatian adalah warna. Penggunaan warna yang terpadu bisa menciptakan kesan layak dikenang oleh audience. Tidak kalah penting adalah pemilihan warna untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu. Misalnya warna lembut yang terkesan tenang dan romantis, atau warna tegas yang mengesankan kedinamisan.

Dalam seni rupa, warna terbagi menjadi tiga dimensi, yaitu:

Hue

Warna dibagi sesuai nama-namanya, seperti merah, kuning, hijau, biru, dan sebagainya. Pada dimensi ini warna digolongkan menjadi tiga bagian, yakni:

  • Warna Primer (Primary Colors). Terdiri dari merah, kuning, dan biru.
  • Warna Sekunder (Secondary Colors). Merupakan campuran dua warna primer dengan perbandingan seimbang (1:1). Misalnya oranye (campuran merah dan kuning), hijau (campuran kuning dan biru), dan ungu (campuran biru dan merah).
  • Warna Tersier (Tertiary Colors). Merupakan campuran warna sekunder dengan warna primer. Contohnya kuning-oranye, merah-ungu, biru-ungu, biru-hijau, dan kuning-hijau.

Secara visual ada 2 jenis warna, yakni warna panas (Warm Color), misalnya merah-oranye, kuning-oranye, serta merah-ungu. Lalu ada warna dingin (Cool Color), seperti hijau, biru, biru-ungu, dan ungu.

Value

Dikenal juga sebagai fitur gelap-terangnya warna, value merupakan pengaturan untuk memunculkan kesan lebih muda (diterangkan) atau kesan lebih tua (digelapkan) dari suatu warna.

Intensity

Intensity merupakan fitur yang memuat tingkat kejernihan atau kemurnian warna (brightness of color). Istilah untuk warna-warna murni ini adalah pure hue.

Tekstur (Texture)

Unsur berikut ini adalah nilai raba yang menentukan halus atau kasarnya sebuah permukaan benda. Tekstur biasanya dimayakan agar menghasilkan visual yang lebih berkarakter. Selain itu, tekstur juga digunakan untuk mengatur keseimbangan dan kontras.

Format

Format bisa dikenali melalui ragam ukuran dalam suatu elemen visual. Ada panjang dan pendek, tinggi-rendah, serta besar-kecil. Dalam mengatur format Anda memerlukan skala prioritas (Visual Hierarchy). Dengan perbedaan setiap ukuran, Anda bisa memprioritaskan informasi yang hendak disampaikan kepada audience.

Software Aplikasi Desain Grafis

Sebenarnya “senjata” utama yang diperlukan seorang desainer grafis hanyalah ide di dalam kepalanya. Beruntung teknologi sudah berkembang semakin cepat. Segala proses kreatif pun bisa berjalan dalam waktu yang lebih ringkas. Beberapa software yang akan mendukung kreativitas seorang desainer grafis, di antaranya:

CorelDraw

Corel Draw adalah sebuah program komputer yang memungkinkan Anda untuk mengubah garis vektor. Memilik fungsi lain untuk mengolah gambar, CorelDraw banyak digunakan pada bidang kerja publikasi maupun percetakan.

Adobe Illustrator

Adobe Illustrator memiliki tampilan kerja yang user friendly, bahkan bagi desainer grafis pemula. Apabila Anda mengalami kebingungan, tersedia menu hints berisi tutorial yang akan membantu menyelesaikan masalah Anda.

Xara Designer

Xara Designer merupakan salah satu software yang fiturnya paling lengkap. Di sini Anda bisa mendesain sekaligus melakukan editing foto atau gambar, serta menambahkan efek-efek animasi flash. Didukung kinerja mesin vector yang canggih, Xara Designer akan sangat memudahkan rendering.

Serif DrawPlus

Apabila Anda mencari software yang memiliki grafis dan media desain serbaguna, cobalah gunakan Serif DrawPlus. Software ini juga memiliki fitur powerful yang sangat mendukung desainer grafis untuk berlatih dan bereksperimen menggunakan objek-objek tertentu.

Scalable Vector Graphics (SVG) Edit

Untuk melakukan detailing image & object dengan XML yang di-render, Anda bisa menggunakan SVG Edit. Bekerja dengan prinsip vector, berbagai kerja desain dalam SVG Edit dapat diekspor dengan mudah ke sejumlah format, seperti png, jpg, dan gif. Sesuai namanya, SVG Edit hanya bisa mendukung kebutuhan editing dan bukan untuk pembuatan objek.

Dengan mencermati pemahaman dasar dan uraian software pendukung di atas, proses kreatif dalam penyelesaian desain grafis adalah langkah awal yang bisa menentukan kesuksesan penyampaian pesan. Selamat mencoba, ya!

Previous

8 Situs Cara Praktis Membuat Logo Online

September 25, 2017
Next

Inilah 3 Alasan Kenapa Desain Kemasan Sangat Penting!

September 25, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *