Belajar Desain Grafis dengan Mudah untuk Pemula

Bagi individu yang tidak terlibat secara penuh dalam dunia desain grafis, ranah yang dimiliki keterampilan satu ini cukup sempit. Desainer grafis masih dimaknai sebagai orang-orang yang berada di balik pembuatan ilustrasi sampul buku, individu kreatif di belakang iklan komersil yang menarik, dan sebagainya.

Apakah asumsi ini salah? Tentu tidak. Hanya saja, desain grafis sebenarnya memiliki objek yang lebih luas. Selain ilustrasi, desain grafis juga mencakup hal-hal yang berhubungan dengan tipografi, fotografi, pengolahan citra, dan tata letak.

Di samping seni, desain grafis juga merupakan komunikasi menggunakan bentuk visual. Media yang digunakan pun beragam, mulai dari konvensional hingga digital dengan teknologi multimedia. Dan semakin hari, ketertarikan masyarakat untuk mulai mengambil sedikit pengalaman dalam desain grafis semakin bertambah.

Desain Grafis Terbuka untuk Siapa Saja

Anda tidak harus menempuh pendidikan formal agar dapat menjadi seorang desainer grafis profesional—atau setidaknya dapat melakukan desain grafis. Boleh jadi Anda adalah seseorang dengan latar pendidikan teknik yang menyukai fotografi dan editing alias pengolahan citra. Atau boleh jadi, Anda adalah seseorang dengan pengalaman bertahun-tahun di dunia perbankan yang berbakat dan gemar membuat ilustrasi.

Hal ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah. Bila ingin mendalami teori lebih dalam, tentu langkah paling tepat adalah dengan menempuh jalur pendidikan. Namun bila ingin mengasah keterampilan, Anda bisa melakukannya dengan otodidak.

Belajar Desain Grafis untuk Pemula

Di era semodern dan sebebas ini, mencari informasi adalah perkara yang sangat mudah. Selain membeli buku, Anda dapat memperoleh wawasan untuk belajar desain grafis melalui internet. Blog, situs web, forum, dan komunitas soal desain grafis yang tersedia di dunia maya tidak terhitung lagi jumlahnya.

Akan tetapi, sumber informasi saja tentu tidak lantas akan membuat Anda terampil. Anda membutuhkan beberapa hal lainnya untuk hasil yang lebih baik. Bagi Anda yang ingin mulai mencoba belajar desain grafis sendiri, beberapa tips untuk pemula berikut ini patut dicoba.

Menemukan Cara Belajar yang Tepat

Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menyerap informasi. Seperti di sekolah, Anda mungkin merasa lebih nyaman saat memperhatikan penjelasan guru di depan daripada harus membaca sendiri.

Pun demikian dengan belajar desain grafis secara mandiri. Di zaman serba ada, Anda bisa memilih sumber informasi yang sesuai dengan kemampuan daya tangkap. Ribuan artikel maupun video tersedia secara gratis di jaringan internet yang tanpa batas.

Bila Anda merasa kesusahan belajar sendiri, Anda tentu bisa bertanya kepada karib atau kerabat yang sudah lebih dulu mendalami bidang ini. Namun jika tidak memiliki referensi, jangan khawatir. Ada banyak komunitas desain grafis dan desainer grafis lain yang bisa Anda temui melalui dunia maya.

Pahami dari yang Paling Basis

Tidak jauh berbeda saat ingin melakukan pendekatan kepada seseorang, cari tahu sebanyak-banyaknya tentang desain grafis. Perluas wawasan Anda. Namun karena bidang ini sangat luas, mulailah pada hal-hal yang lebih luas, lalu mengerucut hingga ke detail.

Seperti contoh, Anda ingin fokus belajar desain grafis membuat ilustrasi yang baik. Maka cobalah cari tahu software apa yang sebaiknya digunakan dan ramah bagi pemula, bagaimana cara membuat sebuah garis dengan berbagai kondisi, bilamana memberikan sisi lebih terang pada sebuah objek, dan lain-lain.

Tidak perlu terburu-buru. Nikmati saja proses belajar dengan memahami setiap langkahnya. Jika hal-hal yang basis dirasa sudah mumpuni, cobalah untuk menaikkan level dengan mencoba trik-trik yang lebih advance.

Berlatih, Berlatih, Berlatih

Milton Glaser, seorang desainer grafis terkemuka di Amerika, pernah berkata, “There are three responses to a piece of design—yes, no, and WOW!. WOW! is the one to aim for.”

Pun demikian yang Anda harapkan, bukan? Karena itu, teruslah melatih apa yang sedang Anda kerjakan. Meski terlalu klasik, tetapi ungkapan ‘practice makes perfect’ memang benar adanya.

Seorang desainer grafis terkemuka pun harus melalui perjalanan panjang untuk bisa mencapai posisi saat ini. Mereka harus rela karya-karya yang dianggapnya memuaskan justru tidak demikian oleh sang klien maupun pengamat lainnya.

Perlengkapan untuk Belajar Desain Grafis

Pada masa teknologi canggih seperti sekarang, belajar desain grafis akan lebih terbantu dengan menggunakan software. Di samping itu, jika ingin bekerja secara profesional pun, para desainer andal sekarang juga tidak lagi berkutat dengan kertas.

Ada banyak software untuk belajar desain grafis bagi pemula yang bisa Anda coba. Mulai dari yang gratis hingga berbayar, beberapa perangkat lunak berikut cukup user friendly bagi para awam.

Adobe Photoshop

Software yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Baik kalangan profesional maupun newbie, Adobe Photoshop telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia pengolahan citra.

Bisa dibilang, Photoshop menjadi standar dalam industri desain grafis saat ini. Melalui beragam tools yang tersedia, aktivitas membuat desain user interface sebuah program, merancang situs web, memanipulasi foto, dan beragam pengolahan citra lainnya bisa dilakukan oleh software powerful yang satu ini.

Adobe Illustrator

Masih dari keluarga Adobe, Adobe Illustrator lebih diperuntukkan bagi Anda yang ingin membuat desain vektor. Di software ini, Anda bisa membuat karakter animasi, logo, kartu nama, poster, dan sebagainya.

Sama seperti seri Adobe lainnya, Adobe Illustrator juga merupakan software yang berbayar. Kendati demikian, sudah menjadi rahasia umum pengguna yang mendapatkan versi bajakannya. Hal ini tentu sangat disayangkan. Karena itu, apabila Anda akan menggunakan Adobe Illustrator terutama untuk kepentingan komersil, gunakan versi orisinalnya.

CorelDRAW

Di bangku sekolah, CorelDRAW cukup populer diperkenalkan sebagai media pembelajaran desain grafis. Aplikasi berbasis vektor ini tidak jauh berbeda seperti Adobe, tetapi dibuat dengan fitur-fitur yang lebih khas.

Salah satu alasan software ini banyak dijadikan sebagai bahan belajar desain grafis bagi pemula adalah tampilannya yang lebih user friendly. Meski demikian, hasil yang dihasilkan tidak profesional dari Adobe. Bagi Anda yang ingin belajar membuat desain lebih presisi, CorelDRAW adalah software yang tepat.

Belajar desain grafis tidak harus dilakukan di bangku sekolah, kuliah, maupun lembaga kursus. Dengan kemudahan teknologi dan internet, Anda juga bisa menjadi seorang desainer grafis andal.

Selamat mencoba!

Previous

10 Things About Your Skin In The Infographic

September 10, 2017
Next

5 Tips Mudah Belajar Photoshop untuk Pemula

September 10, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *